Update Covid-19 per 15 November 2022

Kasus harian positif Covid-19 di Tanah Air lagi bertambah. Satuan Tugas Penanganan Covid-19, melaporkan tersedia kenaikan jumlah pasien positif sebanyak 7.893.

Sehingga, keseluruhan kasus terkonfirmasi virus Corona di Indonesia termasuk sejak Maret 2020 hingga hari ini, Selasa (15/11/2022) jadi 6.573.805 orang.

Meski demikian, kenaikan kasus positif termasuk diikuti menambahkan jumlah pasien sembuh dan udah dinyatakan negatif Covid-19. Pada hari ini jumlahnya naik sebanyak 4.038, supaya keseluruhan akumulasi kasus sembuh di Indonesia udah raih 6.360.832 orang.

Sementara itu, menambahkan kasus kematian akibat terpapar Covid-19 termasuk masih terjadi. Menurut Satgas Covid-19, kala ini angka berikut udah menyentuh 159.199 jiwa, setelah tersedia menambahkan 41 pasien meninggal.

Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak Senin, 14 November 2022, pukul 12.00 WIB hingga hari ini, Selasa (15/11/2022) terhadap jam yang sama.

Sementara itu, sejalan kenaikan kasus positif di Tanah Air, keterisian daerah tidur (Bed Occupany Rate/BOR) tempat tinggal sakit secara nasional didalam batas aman. Bahkan masih cukup banyak daerah tidur untuk perawatan pasien COVID-19.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kala ini keterisian daerah tidur tempat tinggal sakit untuk COVID-19 di angka 20.000-an. Sementara itu, jumlah kapasitas BOR RS raih 160.000 hingga 170.000.

“Rumah sakit kita kan (kapasitas) daerah tidurnya 160.000 hingga 170.000-an. Waktu puncak (Omicron) kemarin (keterisian daerah tidur) 100.000-an,” katanya kala ditemui Health Liputan6.com usai acara ‘Penganugerahan kepada Para Tenaga Kesehatan Teladan 2022’ di Hotel Sultan Jakarta terhadap Jumat, 11 November 2022.

“Sekarang terisi masih dikisaran 20.000-an, jadi room-nya (BOR) masih cukup banyak.”

Berdasarkan Laporan Harian COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 10 November 2022, keterisian daerah tidur COVID-19 muncul meningkat didalam beberapa hari terakhir. Walau begitu, angka keterisian masih 10 persen.

Jelang KTT G20, Jokowi Resmi Luncurkan Dana Pandemi Covid-19

Di segi lain, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Jokowi secara resmi meluncurkan Dana Pandemi (Pandemic Fund) yang berhasil dibentuk oleh menteri keuangan dan menteri kebugaran G20 di bawah presidensi/kepemimpinan Indonesia th. ini di Nusa Dua, Bali.

Jokowi menyampaikan, bahwa dana pandemi jadi upaya dunia memperkuat arsitektur kebugaran global terutama melalui mekanisme pembiayaan yang kuat dan dapat diandalkan. Sehingga dunia dapat lebih baik menghindar dan mengatasi pandemi Covid-19 di masa mendatang.

“Saya menyampaikan menerima kasih atas kontribusi (negara-negara) untuk Dana Pandemi. Dan bersama dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim aku luncurkan dana pandemi hari ini,” kata Presiden Jokowi terhadap acara peluncuran, dua hari menjelang KTT G20 terhadap 15-16 November 2022 yang disampai kepada kab. gresik .

Dalam sambutannya, Jokowi menyongsong baik langkah sejumlah negara bagian G20 dan negara nonanggota G20 serta lembaga filantropi yang udah menyampaikan komitmennya berkontribusi di Dana Pandemi.

Sejauh ini, Dana Pandemi udah menyatukan tidak cukup lebih 1,4 miliar dolar AS atau lebih kurang Rp21,7 triliun berasal dari 15 negara dan tiga lembaga filantropi. Jumlah itu barangkali terus makin tambah mengingat Australia, Prancis, dan Arab Saudi termasuk menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi di Dana Pandemi.

Namun, Presiden Jokowi menyampaikan komitmen dana yang dikumpulkan kala ini belum cukup, mengingat hasil studi Bank Dunia dan Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan dunia membutuhkan tidak cukup lebih 31,1 miliar dolar AS tiap tahunnya supaya dapat lebih baik menghindar dan merespons ancaman pandemi di masa depan.

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tetapi termasuk di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama dengan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memberitakan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman ditunaikan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing bersama dengan pasien Corona pun ditunaikan pemerintah untuk menghindar penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan terhadap 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk terhadap kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 berikut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien berikut masuk tempat tinggal sakit didalam keadaan sakit berat dan tersedia aspek penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang udah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menunjukkan pasien no 01 dan 03 sembuh berasal dari Covid-19. Mereka udah dibolehkan pulang dan meninggalkan area isolasi.

Pemerintah sesudah itu laksanakan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya bersama dengan mengeluarkan sejumlah peraturan fungsi menghimpit angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik didalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga ketetapan presiden (keppres).

Salah satunya Keppres Nomor 7 th. 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi terhadap Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang kala ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk didalam rangka mengatasi penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas miliki sejumlah tugas pada lain, laksanakan rancangan operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kesibukan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, standing keadaan spesifik darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata udah diberlakukan sejak 28 Januari hingga 28 Februari 2020. Status ditetapkan terhadap kala rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) kala mengulas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, sebab skala jadi besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang berasal dari 29 Februari hingga 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum tersedia yang memastikan standing darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan kalau daerah udah memastikan standing keadaan darurat, maka standing keadaan spesifik darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun jadi intens dilakukan. Pemerintah laksanakan beraneka upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

สล็อตบาคาร่า