Sejarah Singkat Masjid Agung Demak Yang Melegenda

Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak adalah masjid tertua di pulau Jawa. Masjid yang dikenal di kota para wali ini menjadi sejarah penting terkait dengan penyebaran agama Islam di Jawa.

Cerita bahwa masjid besar yang terletak di pusat kota Demak adalah tempat berkumpulnya para wali. Dibangun pada masa pemerintahan Raden Fatah di abad ke-15, politik masjid juga merupakan penanda dari kekuatan kerajaan Demak.

Arsitektur, Masjid Agung Demak memiliki karakteristik yang unik dan khas. Setidaknya lima tunggal masjid Demak, yaitu.

1. Saka Guru
Masjid Demak terdiri dari empat pilar (pilar) pendahuluan. Pilar-pilar tinggi 16 meter. Legenda yang beredar di masyarakat dan cerita rakyat, pilar keempat terdiri dari empat direktur, selain Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga.

Salah satu pilar alias unik eksentrik, tapi yang paling mengesankan adalah chip Saka tiang serutan atau chip dari limbah kayu yang ditetapkan. Saka sangat mengagumkan kentang goreng Sunan Kalijaga. Meskipun kayu tidak solid, chip Saka gaya ini sama dengan kelompok lainnya.

2. Tiga atap teras
Atap Masjid Demak piramida berundak tiga. Dalam cerita di sana, atap juga disebut herpes zoster. atap teras akulturasi dilaporkan sebagai Hindu diserap dalam budaya Islam. Itu juga pertanda bahwa penyebaran Islam di waktu adaptasi dan Walisongo sangat non-konfrontatif dengan budaya lokal.

Salah satu dari tiga langkah bahwa kepercayaan publik terbuat dari tukang intip. Peek adalah kerak nasi yang dibentuk selama nasi liwet memasak. Menurut cerita yang dibagi oleh generasi, selama pembangunan atap kekurangan bahan masjid. The Sunan Kalijaga melirik dianggap melemparkan masjid, dan kun fa yakun menjadi atap.

3. Lawang Bledeg
bledeg Lawang pintu atau petir adalah pintu masuk utama Masjid Agung Demak. Pintu ini dibuat oleh Ki Ageng Selo sekitar 1446 AD Ki Ageng Selo yang dikenal dengan nama ajaib yang menangkap petir.

Bledeg pintu adalah kayu tebal dengan ukiran naga. Patung memiliki warna yang dibedakan oleh kombinasi merah. Dalam khazanah budaya Jawa, menggambar pada pintu sebuah sengkala bulan (timestamp) ketika masjid itu dibuat. Mengenai pendaftaran tidur sendiri “Nogo Mulat Saliro Wani.”

4. Kolam Wudu
Kolam wudu terletak di sebelah fasad masjid. Kolam wudu bentuknya adalah kolam. Di jaman dulu di mana wudlu biasanya dirancang untuk tidak untuk mandi, tapi (mengambil air dengan kedua tangan) nyawuk. Oleh karena itu, harus menjadi tempat wudlu lengkap dan berfungsi sebagai pengingat air suci untuk memurnikan. Kolam renang Madjid wudlu di Demak itu sendiri berukuran 10 x 25 meter. Di dalamnya terdapat tiga batu ukuran yang berbeda.

Semua elemen Masjid Agung Demak tidak bisa di lihat secara langsung. Karena sebagian disimpan di Museum Masjid Agung Demak.

Tempat Wisata Religi

Sekarang ini masjid Agung Demak dijadikan tempat wisata religi yang ramai oleh banyak pengunjung. Jika kamu sedang di kota Demak maka bisa mampir ke masjid ini sambil menunggu jam digital masjid berbunyi tanda waktu sholat dan melakukan sholat di masjid ini sambil mengetahui sejarahnya.

Berbagi informasi ini untuk Masjid Demak semakin global.