Pasien Covid-19 Nekat Terjun dari Lantai 5 RSUD Muara Teweh

Kabar Kalteng – Insiden pasien positif Covid-19 tewas usai terjun berasal dari lantai 5 RSUD Teweh masih diselidiki oleh polisi.

Hingga kekinian, belum diketahui motif pasien Covid-19 berinisial MFS (12) selanjutnya terjun berasal dari RS. Diduga pasien Covid-19 bunuh diri,
Menurut keterangan saksi, sebelum akan ditemukan tewas, MFS keluar sempat berdiri tapi tak lama roboh dikarenakan patah leher.

 

“Saksi mata melihat usai terjatuh berasal dari lantai 5, ia sempat berdiri lalu roboh dan meninggal dunia. Tak tersedia luka-luka, tapi lehernya patah,” kata tidak benar petugas di RSUD Muara Teweh
Kabag Ops Polres Barito Utara, AKP Erwin Togar, didampingi Kasat Reskrim AKP M Tommy Palayukan menutukan korban dirujuk berasal dari rumah sakit Puruk Cahu ke RSUD Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, Minggu dinihari.

Semenjak sementara itu hingga siang, pasien koperatif dalam pemeriksaan. Namun, sore harinya yang terkait udah tidak tersedia di area perawatan.

 

“Hanya saja tadi pukul 16.00 tersedia saksi melihat di lantai bawah tersedia yang terjatuh bersama dengan nada memadai kencang. Setelah di cek ternyata korban,” kata Erwin.
Mengenai perihal ini, Erwin meyakinkan pihaknya konsisten mendalami dan memeriksa saksi-saksi baik yang melihat ataupun juga mereka yang kesehariannya tersedia kontak dan komunikasi bersama dengan korban.

 

Sementara sementara disinggung dugaan motif korban nekat terjun berasal dari lantai 5 tersedia kaitannya bersama dengan percobaan bunuh diri, Erwin menyatakan pihaknya masih menunggu hasil visum,

“Hasil visum belum keluar secara resmi, tapi udah kami ajukan. Yang mengetahui isyarat kekerasan belum ada, tapi kami tetap menunggu hasil visum formal nya,” mengetahui Erwin.
Informasi terakhir berasal dari pihak BPBD Barito Utara yang turut laksanakan pemusalaran pasien Covid-19, korban MSF udah dimakamkan di Pemakaman Km 7, Minggu malam

 

Lantai 5 RSUD Muara Teweh merupakan area area perawatan pasien penderita Covid-19.

Perawat RSUD menyebutkan umumnya tiap-tiap pasien, di letakkan satu-satu dalam ruangan. Sedangkan tiap-tiap ruangan mempunyai jendela memadai tinggi, dan tak ringan dijangkau.

 

“Kalau hendak menyentuh jendela harus memanfaatkan alat bantu, setidaknya dapat menaiki sofa yang tersedia di dalam ruangan,” tutur perawat.
Di tidak benar satu ruangan lantai 5 RSUD Muara Teweh tersebut, MFS sempat merintis perawatan sebelum akan ditemukan terjun.