Cara Membuat Kompos Sederhana dan Mudah

Halo teman – teman semua! Pada artikel kali ini saya akan membagikan cara membuat kompos sederhana yang mudah dibuat dan diterapkan dirumah kalian. Nah, disini saya juga akan membagikan beberapa hal menarik tentang “Apa itu kompos?”, jadi stay tune terus dan simak sampai habis ya, biar tidak ada hal – hal penting yang terlewat.

 

Apa Itu Kompos?

Bagi kaliaan yang berkebun atau hobi mengoleksi tanaman di rumah harus menyimak di bawah ini untuk membuat kompos Anda sendiri.

Kompos merupakan bahan organik yang telah mengalami proses iklim sebagai hasil interaksi antara mikroorganisme pencemar atau bakteri dalam bahan organik tersebut. Umumnya, hanya bahan tanaman yang dapat dikomposkan. Produk hewani seperti daging, tulang, dan produk susu dapat mengandung bakteri berbahaya yang dapat merusak proses pengomposan itu sendiri.

Untuk alasan yang sama, kotoran hewan peliharaan juga tidak boleh dikomposkan secara normal. Membuat kompos itu tidak sulit kok, tetapi tetap ketelitian dan pastinya kesabaran karena proses pengomposan sangat memakan waktu hingga berbulan – bulan.

Cara Membuat Kompos Sederhana

Bahan Bahan untuk Membuat Kompos

Sebelum membuat lebih banyak kompos, Anda perlu menyiapkan bahan yang digunakan untuk membuat kompos. Bahan yang biasanya digunakan adalah sisa – sisa dan sampah dapur, namun tidak semua jenis sampah dapur bisa digunakan untuk membuat kompos. Berikut ini adalah beberapa bahan sisa dapur yang bisa kalian ubah menjadi kompos.

  • Potongan buah
  • Potongan sayuran
  • Ampas kopi
  • Kulit telur
  • Potongan rumput dan tanaman
  • Daun kering
  • Kayu dan kulit kayu yang dicincang halus
  • Kertas bekas, tisu, atau koran
  • Sedotan
  • Serbuk gergaji dari kayu yang tidak diolah
  • Bumbu dapur kadaluarsa
  • Debu dari belakang lemari es.

Meskipun kulit jeruk, bawang merah dan bawang putih juga merupakan bahan organik, mereka tidak boleh digunakan untuk pengomposan. Hal ini karena kulit jeruk, bawang merah dan bawang putih dapat mengusir cacing tanah yang merupakan bagian penting dari pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Semua bahan organik di atas menderita efek cuaca yang disebabkan oleh mikroorganisme yang tumbuh subur di lingkungan yang lembab. Pada dasarnya proses iklim ini merupakan proses alami yang biasanya terjadi di alam. Namun, proses iklim alami ini membutuhkan waktu yang lama, bahkan puluhan tahun.

Bantuan manusia diperlukan untuk mempersingkat proses iklim. Jika pengomposan dilakukan dengan benar, prosesnya hanya akan memakan waktu 1-3 bulan, bukan tahun.

Bahan yang harus dihindari :

  • Apa pun yang mengandung daging, minyak atau lemak
  • Tumbuhan yang terkena penyakit
  • Serbuk gergaji atau serbuk kayu yang dikompress
  • Kotoran anjing atau kucing
  • Gulma yang menjadi benih
  • Produk susu
  • Kertas kado metalik
  • Bekas minuman yang dilapisi bahan metalk
  • Kaca, besi, alumunium
  • Box makanan bertekstur greasy (seperti box makanan, box pizza)
  • Plastik, botol atau kaleng bekas makanan atau minuman

 

Cara Membuat Kompos Sederhana dan Mudah

Alat Membuat Kompos

  • Alat pemotong/pencacah misalnya pisau
  • Wadah untuk kompos, bisa menggunakan ember cat, tong, drum dan wadah bekas lainnya.
  • Alat pengaduk
  • Ember/wadah untuk melarutkan aktivator
  • Sarung tangan

Bahan untuk Membuat Kompos

  • Sampah rumah tangga
  • Tanah
  • Air secukupnya
  • Arang sekam
  • Aktivator EM4 atau yang lainnya. Ini berfungsi sebagai mikroba yang akan memulai dan mempercepat proses pengomposan.

Proses Membuat Kompos Sederhana :

  1. Cacah sampah organik rumah tangga menjadi potongan-potongan kecil bisa menggunakan alat manual atau mesin seperti mesin pencacah kompos (semakin kecil, semakin cepat pengomposan).
  2. Tambahkan kompos / tanah / pupuk kandang / serbuk gergaji yang sudah jadi sebagai inokulum (media untuk mikroorganisme).
  3. Larutkan aktivator dalam air. Tuang larutan aktivator/starter kompos (contoh: EM4) ke dalam bahan kompos. Campur dengan baik.
  4. Tambahkan larutan aktivator jika campuran terlalu kering.
  5. Taruh di tempat sampah kompos.
  6. Tutup rapat.
  7. Aduk seminggu sekali untuk memastikan ventilasi (aliran udara) yang baik di dalam tangki.
  8. Selama proses pengomposan, suhu tangki naik, yang menunjukkan aktivitas mikroorganisme.
  9. Pada minggu ke 7 sampai 8, pengomposan selesai dan suhu pot kembali normal.
  10. Kompos akhir siap digunakan. Penyaringan bisa dilakukan.
  11. Kompos yang baik berwarna coklat tua, beraroma tanah dan hasil akhir yang halus.

 

Kompos berguna dalam meningkatkan kemampuan tanah menahan air sehingga dapat menyimpan air tanah lebih lama.

Ketersediaan air di dalam tanah dapat mencegah tanah mengering dan memperbaiki struktur tanah yang awalnya kompak untuk dilepaskan. Penggunaan kompos juga membantu dalam menjaga kesehatan akar dan pertumbuhan akar tanaman.

Selanjutnya kompos mengandung humus yang diperlukan untuk meningkatkan unsur hara makro dan mikro dalam tanah, meningkatkan aktivitas mikroba tanah untuk dapat mengendalikan pertumbuhan tanaman atau penyakit.

Namun, kandungan nutrisi kompos relatif lebih rendah dibandingkan dengan pupuk anorganik. Oleh karena itu, kompos harus digunakan dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman.

Namun, kompos yang diapresiasi oleh petani atau tukang kebun masih banyak digunakan dan populer karena dapat memanfaatkan sampah organik dengan lebih baik.

 

Baiklah, itu tadi adalah cara membuat kompos sederhana dan mudah untuk kalian ikuti. Semoga bisa bermanfaat bagi teman – teman gardener diluar sana, saya undur diri dulu dan jangan lupa untuk mengunjungi artikel lainnya, sampai ketemu lagi di artikel selanjutnya, peace out!