Cara Fermentasi Jerami Untuk Pakan Sapi yang Sederhana

Bingung tentang cara fermentasi jerami untuk pakan sapi? pusing karena sudah mencari cara dan tidak bisa? Tenang, pada artikel kali ini saya akan membagikan tutorialnya. Jika kamu penasaran untuk mencobanya, saya akan memberikan tutorial cara fermentasi jerami untuk pakan sapi yang sederhana.

Pengertian Jerami

Jerami padi merupakan hasil samping dari tanaman padi dan digunakan sebagai pakan ternak ruminansia, terutama oleh petani kecil di negara berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia jerami banyak digunakan sebagai pakan dasar ternak ruminansia, dan sebagai pupuk tanaman produktif, karena melimpah dan murah.

Jerami padi digunakan sebagai pakan ternak terutama pada musim kemarau karena sulitnya petani mendapatkan pakan berkualitas tinggi. Sebagai sumber nutrisi, jerami memiliki banyak kelemahan, yaitu tinggi lignin dan silika tetapi rendah energi, protein, mineral, dan vitamin.

Rendahnya daya cerna jerami padi disebabkan oleh struktur jaringan pendukung tanaman tua. Jaringan telah mengalami proses adhesi, sehingga lignoselulosa dan lignoselulosa sulit untuk dicerna. Kualitas jerami padi dapat ditingkatkan baik secara kimia maupun biologi. Peningkatan jerami padi melalui biologi adalah melalui fermentasi.

Fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa organik menjadi sederhana yang melibatkan mikroorganisme dengan tujuan menghasilkan suatu produk yang mempunyai kandungan nutrisi, tekstur yang lebih baik memperpanjang masa penyimpanan, mengendalikan pertumbuhan mikrobia, mempertahankan gizi yang dikehendaki, menciptakan kondisi kurang memadai untuk mikrobia kontaminan.

Cara Fermentasi Jerami Untuk Pakan Sapi

cara fermentasi jerami untuk pakan sapi

Bahan dan Alat

  • Jerami padi kering, kadar air -/+ 10%, bisa dalam bentuk jerami utuh sebanyak 800 kg
  • Probiotik In Vivo/vitro 3 liter
  • Molase/tetes tebu sebagai sumber energy awal buat mikrobia pada awal inkubasi 20 kg
  • Air biasa sumur tanpa klorinasi 177 liter.

Cara Fermentasi Jerami Untuk Pakan Sapi :

  1. Cari tempat yang berlantai tanah atau semen, lebih tinggi minimum 50 cm dari sekitarnya, ditaburi kapur dan harus yang teduh (tidak terkena panas dan hujan)
  2. Tumpuk jerami padi setebal 20 cm padatkan dengan cara diinjak-injak atau dipadatkan pakai alat stemper (pemadat tanah uruk)
  3. Menyiapkan formula probiotik sebagai bioactivator. Campur Win_Prob In Vivo dengan molase 2% dan air (sesuai ukuran yang disediakan di awal)
  4. Siramkan ke seluruh permukaan jerami agar merata (jika jerami sudah basah, tidak perlu disiram dengan air, cukup dipercik-percikan dengan larutan probiotika)
  5. Tumpuk lagi dengan jerami setinggi 20 cm, disiram larutan probiotika sambil dipadatkan, bisa sampai 5 lapis atau lebih
  6. Ulangi lagi sesuai langkah (3) hingga jerami habis. Kemudian ditutup total dengan plastik atau terpal dan biarkan terfermentasi selama 30 hari
  7. Pada hari ke-7 bila periksa aroma (bau) yang timbul pada tumpukan jerami. Jika aroma jerami sudah berubah beraroma harum seperti tape dan serat-serat jerami sudah lunak (periksa dengan cara pegang dan remas-remas), serta tumpukan dalam jerami sudah mengeluarkan jamur berwarna putih dan kuning, maka proses pembuatan fermentasi sudah selesai.

Baca Juga : Cara Membuat Pakan Sapi Organik yang Mudah dan Praktis

Manfaat Jerami Fermentasi

  • Mempunyai kandungan protein lebih tinggi dari jerami biasa (sekitar 7 – 9%)
  • Lebih mudah dicerna oleh hewan/ternak ruminansia
  • Nilai gizi pakan meningkat
  • Beraroma harum, tidak berbau busuk
  • Lebih higienis
  • Bahan mudah didapat dan murah
  • Sebagai cadangan pakan tahan lama, praktis dan murah.

Nah, cukup sekian tutorial cara fermentasi jerami untuk pakan sapi pada artikel kali ini. Cukup mudah bukan? Selamat mencoba dan semoga berhasil, dan jika cara dalam artikel ini dapat membantu kamu, jangan lupa untuk membagikan ilmu anda kepada orang-orang di sekitar kamu agar mereka semua dapat mengambil manfaatnya. Sekian dari saya, terima kasih.