Asal Mula Bendera Kuning Orang Meninggal

Bendera kuning identik dengan adanya kematian atau orang meninggal.

Bendera ini berbentuk bendara persegi biasa dan memiliki warna kuning polos yang biasanya diletakknya didepan rumah orang yang meninggal dunia.

bendera kuning orang meninggal

Kebiasaan menggunakan bendera kuning ini sangat sering dan bahkan hampir selalu digunakan di dearah Jakarta dan sekitarnya.

Meskipun demikian, seluruh masyarakat di Indonesia umumnya tahu tentang bendera kuning orang meninggal.

Berbagai film, sinetron, gambar, dan sebagainya sering menunjukkan bahwa adanya bendera kuning merupakan tanda adanya orang yang baru saja meninggal dunia dan rumah tersebut merupakan rumah dari orang yang meninggal atau keluarganya.

Namun, banyak orang di Indonesia juga sangat bingung mengapa bendera kuning ini tidak berlaku diseluruh Indonesia.

Berbagai daerah seperti di Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan, bahkan hingga Papua lebih sering menggunakan bendera berwarna putih sebagai tanda adanya duka pasca orang meninggal.

Mengapa Jakarta dan beberapa daerah identik dengan bendera warna kuning dan tidak menggunakan warna putih?

Ternyata ada hal yang menjadi penyebabnya.

Bendera kuning digunakan oleh beberapa pihak terutama di Jakarta karena peninggalan kebiasaan zaman kolonialisme Belanda.

Pada masa itu, orang Belanda menularkan kebiasaan ini di Jakarta dan sekitarnya sebagai tanda adanya orang yang meninggal dunia.

Menurut sejarah, di Belanda dulu awalnya digunakan sebuah bendera kuning dengan tanda huruf Q sebagai simbol “quarantine” atau karantina.

Maksud tujuannya adalah untuk memberi tahu adanya orang yang meninggal akibat suatu wabah penyakit yang berbahaya dan bisa menular dengan sangat cepat.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut mengapa warna kuning yang dipilih.

Kebingungan yang ada karena umumnya di Eropa dan Amerika lebih menggunakan warna hitam sebagai warna berduka.

Warna kuning pun menurut psikologi merupakan warna yang penuh dengan keceriaan dan persahabatan.

Sehingga, banyak pihak yang memberikan keterangan dan pendapat bahwa bendera kuning orang meninggal hanya merupakan kebiasaan saja yang ditinggalkan oleh penjajah Belanda.

Hal ini pun juga sama halnya dengan sejumlah daerah yang lebih menggunakan bendera warna putih.

Sejumlah dearah baik yang masyarakatnya mayoritas beragam Islam atau kristen sama-sama menggunakan bendera warna putih untuk menandakan adanya orang meninggal dunia.

dan mungkin di makamkan di Sandiegohills

Bedanya, untuk orang Islam ada pula bendera warna putih yang juga ditambahkan adanya ayat bertuliskan huruf arab yang sebagai tambahan berupa kalimat yang biasa diucapkan ketika melihat kematian.

Namun, bendera ini tidaklah lazim dan tidak banyak digunakan masyarakat karena umumnya hanya warna putih polos saja.

Perdebatan warna bendera kuning berdasarkan Adat

Setelah mengetahui tentang bendera kuning orang meninggal, sebaiknya hal ini lebih dipahami oleh masyarakat luas sebagai hal yang biasa saja.

Di daerah manapun tidak perlu diperdebatkan adanya perbedaan warna bendara yang menunjukan adanya rumah yang sedang berduka.

Bendera warna kuning polos bisa digunakan untuk daerah manapun lantaran memang hampir semua orang paham apa maksudnya.

Bendera ini memang sudah menjadi simbol adanya rumah yang sedang berduka lantaran sering dipertunjukkan di televisi dan diberbagai film asli Indonesia.

Jika memang disuatu daerah memang tidak lazim menggunakan bendera warna kuning, maka sebaiknya mengikuti warna yang lebih sering digunakan.

Hal ini semata-mata hanya untuk mengikuti kebiasaan dan untuk mengantisipasi adanya kesalahpahaman orang yang sedang berduka.

Meskipun begitu, jika Anda mendapati orang sekitar yang meninggal dan di rumahnya dipasangi bendera warna kuning ditempat yang tidak biasa menggunakannya, maka Anda pun tidak perlu mempermasalahkan.

Agama apapun dan suku apapun tidak memiliki aturan yang jelas soal bendera kematian dan hal ini hanya soal kebiasaan.