Adab Menuntut Ilmu Yang Penting Menurut Islam

Artikel ini membahas tentang √ 11 urutan adab menuntut ilmu dalam Islam √ Keutamaan menuntut ilmu agama √ Motivasi dan cara mengamalkannya √ Disertai dengan dalil sahih.

adab menuntut ilmu

Pentingnya Adab Menuntut Ilmu Dalam Islam

Menuntut ilmu agama adalah suatu kewajiban yang harus di lakukan oleh kita sebagai seorang muslim, dan bukan rahsia umum lagi kalau kebanyakan dari kita sangat awam dan tidak tahu tentang pentingnya menuntut ilmu agama.

Pun demikian banyak dari yang sudah menjadi penuntut ilmu, tapi tidak mendapatkan manfaat atau faedah dari kegiatan belajar ilmu agama yang dilakukannya.

Semua itu karena kurangnya adab dalam menuntut ilmu, sehingga ilmu yang di pelajari tidak berkah dan tidak memberikan dampak positf kedalam kehidupannya.

Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui adab menuntut ilmu serta urutannya agar kita bisa mendapatkan ilmu yang berkah dan bermanfaat.

11 Adab Menuntut Ilmu

Adab menuntut ilmu ini kami buat berurut dari yang utama dan terpenting dahulu, silahkan simak dan pahami baik-baik.

1. Niat Ikhlas

Inilah adab dalam menuntut ilmu yang utama dan harus di usahakan semaksimal mungkin, karena taruhan dari ketidak ikhlsan adalah Riya yang berarti kita bermaksiat kepada ALLAH Aza Wajalla, bayangkan kegiatan mulia dalam menuntut ilmu bisa menjadi maksiat karena niat yang tidak ikhlas.

Lalu bagaimana caranya agar kegiatan kita dalam menuntut ilmu ini bisa ikhlas?, Jawabannya adalah berusaha sekuat tenaga dengan memperbaharui niat kita dalam menuntut ilmu, tanamkan dalam hati dengan jujur bahwa niat kita menuntut ilmu agama adalah karena ALLAH Subhanahuwataala semata.

Lalu berdoa kepada ALLAH agar kita senantiasa di berikan keikhlasan dalam menuntut ilmu agama.

2. Berdoa

Doa adalah senjatanya kaum muslimin, dalam hal menuntut ilmu agamapun kita di anjurkan untuk memperbanyak berdoa untuk di berikan Ilmu yang bermanfaat dan di jauhkan dari Ilmu yang tidak bermanfaat.

Amalkan doa sehabis sholat subuh dengan doa meminta ilmu yang bermanfaat, jangan sampai tertinggal, dan selalu berdoa di tempat dan waktu yang mustajab, agar ilmu yang kita dapatkan menjadi berkah dan bermanfaat.

3. Tekad Yang Kuat

Tekad yang kuat atau kesungguhan adalah sifat yang harus dimiliki oleh seorang penuntut ilmu, karena tanpa tekad yang kuat mustahil kita akan mampu mendatangkan pertolongan ALLAH dengan memahami dan mengamalkan ilmu agama yang sedang kita pelajari.

Seperti kita ketahui, ilmu agama untuk kita terasa susah dan berat karena memang ini tidak sesuai dengan hawa nafsu kita, tapi jika tekad kita kuat maka tantangan tersebut akan mudah di lewati.

4. Bertaqwa

Adab menuntut ilmu yang ke 4 ini adalah bertaqwa yang berarti kita wajib menjauhi dosa atau kemaksiatan dan memperbanyak amal sholeh, dengan bertaqwa maka ilmu yang kita pelajari akan berkah dan bermanfaat dan tidak kalah pentingnya adalah kita akan di tambahkan ilmu oleh ALLAH Subhana Hu Wataala.

Begitupun sebaliknya dengan banyaknya dosa, maka akan mendatangkan kesusahan dalam mempelajari ilmu agama, bahkan ilmu yang sudah kita pelajari akan hilang atas izin Allah Subhana Hu Wataala.

5. Rendah Hati

Rendah hati lawannya sombong, dan seorang penuntut ilmu harus memiliki sifat rendah hati ini, karena dengan rendah hati maka kita tidak mudah dalam menjudge orang dan selalu menganggap kita adalah dhoif dan lemah sehingga ilmu yang kita pelajari akan mudah kita cerna dan dipahami.

Dan jauhi sifat sombong karena akan membuat kita meremehkan orang lain yang berdampak kepada sulitnya kita menerima ilmu dari orang atau ustadz yang kita anggap tidak kompeten, padahal kalau kita mau jujur ilmu yang kita dapatkan dari orang yang kita remehkan tersebut adalah sangat bermanfaat.

6. Mendengarkan

Mendengar dengan seksama jika ada ustadz atau syeh sedang menyampaikan ilmu agama adalah adab yang harus di miliki para penuntut ilmu, karena dengan mendengar dan menyimak maka pemahaman akan materi yang di sampaikan akan sesuai dengan yang di sampaikan ustadz tersebut.

7. Mencatat

Mencatat setiap kata atau ringkasan yang di sampaikan oleh pemateri adalah adab selanjutnya yang mana ini sesuai dengan perkataan Imam Asy Syafii bahwa mengikat ilmu adalah dengan mencatatnya.

Jangan sampai kita menuntut ilmu agama hanya bermodalkan kuping saja, di kenal dengan ngaji kuping, karena ingatan kita sangat terbatas.

kalau kita tidak mencatat maka ilmu yang kita pelajari akan hilang dengan berlalunya kegiatan menuntut ilmu, tapi kalau kita mencatat maka kita bisa membaca dan menelaah lagi materi yang sudah disampaikan oleh pemateri.

8. Memahami

Berusaha memahami ilmu yang kita catat sesuai dengan pemahaman yang di sampaikan oleh pemateri, karena kalau hanya mencatat saja maka kita akan kesulitan menerjemahkan ilmu yang sudah kita catat tersebut.

Ini berkaitan dengan adab menuntut ilmu ke 6 yaitu mendengarkan, jika kita tidak paham dengan apa yang di sampaikan maka kalau ada sesi tanya jawab bisa kita tanyakan.

9. Menghafal

Menghafal ilmu yang sudah di pelajari adalah penting karena ini adalah metode para salaf, tanpa menghafal maka kita akan kesulitan pada saat akan mengamalkannya.

Berusahalah menghafal apa yang sudah kita catat dalam kegiatan menuntut ilmu ini, dan proses menghafal ini akan mendatangkan pahala untuk kita.

10. Mengamalkan Ilmu

Ini adalah buah dari menuntut ilmu dan ini semua bisa kita lakukan jika kita memnuhi atau menjalankan adab sebelumnya dari adab menuntut ilmu pertama sampai yang ke sembilan diatas.

karena mengamalkan ilmu adalah taufiq dari ALLAH Azza Wa Jalla sehingga dengan meremehkan adab dalam menuntut ilmu, mustahil kita akan bisa mengamalkannya.

11. Mendakwahkan Ilmu

Adab menuntut ilmu yang terakhir adalah dengan mendakwahkan atau memberitahukan kepada orang lain tentang ilmu yang sudah kita pelajari.

Tidak usah jauh-jauh ladang dakwah kita yang utama adalah keluarga kita sendiri, dakwahkan mereka agar bisa mengamalkan ilmu yang kita pelajari.

Dan dengan mendakwahkan ilmu maka ingatan dan pemahaman ilmu yang sudah kita pelajari akan semakin kuat, dan jangan lupa untuk tidak menggurui, tapi dakwahkan dengan hikmah dan lembut agar ilmu yang kita sampaikan bisa di terima.

Dalil Adab Menuntut Ilmu

Dalil dalam menuntut ilmu ini berdasarkan urutan adab di atas.

Dalil Ikhlas dalam Menuntut Ilmu

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar beribadah hanya kepada Allah dengan memurnikan ketaatan hanya kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan memurnikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [QS. Al-Bayyinah:5]

Rasulallah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah Allah dengan ikhlas, namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapat harumnya aroma surga pada hari kiamat.” [HR. Ahmad]

Dalil Bersungguh-Sungguh Dalam Menuntut Ilmu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam barsabda, “ Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang, pertama orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan kedua orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” [HR. Al-Baihaqi]

Dalil Rendah Hati dan Tidak Sombong

Berkata Imam Mujahid:

لاَ يَتَعَلَّمُ الْعِلْمَ مُسْتَحْىٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ

“Dua orang yang tidak belajar ilmu yaitu orang pemalu dan orang yang sombong” [HR. Bukhari secara muallaq]

Dalil Mendengarkan Ketika Menuntut Ilmu

“… sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hambaKu, (yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik diantaranya. Mereka itulah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS. Az-Zumar: 17-18)

Allah Ta’ala berfirman, “dan apabila dibacakan Al-Quran, maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-A’raaf: 204)

Dalil Memahami Ilmu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Semoga Allah memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku, kemudian ia memahaminya, menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya…” [HR. At-Tirmidzi].

Berkata imam Asy Syafii:  “Ikatlah ilmu dengan tulisan”

Dalil Mendakwahkan Ilmu

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang alim yang mengajarkan kebaikan kepada manusia, kemudian ia melupakan dirinya (tidak mengamalkan ilmunya) adalah seperti lampu (lilin) yang menerangi manusia, namun membakar dirinya sendiri.” [HR Ath-Thabrani].

Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” [QS. At-Tahriim: 6].

Demikianlah artikel tentang adab menuntut ilmu, semoga bisa kita amalkan dan semoga kita semua mendapatkan tambahan ilmu yang bermanfaat.